Selasa, 16 April 2013

RAMBUT SAMA HITAM BUKAN BERARTI SATU PIKIRAN


Beberapa hari belakangan padat sekali pekerjaan untuk pelaksanaan sensus pertanian 2013. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar pada pelaksanaannya tidak mengalami kendala. Kunci dalam menghasilkan data yang akurat adalah menjalankan fungsi pengawasan. Jika pengawasan berjalan sesuai standar operasional kerja maka akan kecil kemungkinan terjadi kelalaian atau human error.

Salah satu kegiatan statistik menuju pelaksanaan sensus pertanian adalah kordinasi dengan koordinator tim di lapangan. Koordinator tim (KORTIM) merupakan pemimpin di lapangan saat pencacahan. KORTIM harus mampu memimpin dan menguasai konsep dan definisi (pedoman pencacahan). Ini merupakan salah satu syarat agar dapat membina pencacah data di lapangan.

Kepala manusia boleh berambut hitam dan berkulit sawo matang, tetapi bukan berarti pikiran sama. KORTIM adalah pemimpin-pemimpin yang harus disatukan persepsinya dalam menanggapi pekerjaan sensus pertanian 2013. Dengan pelatihan dan komunikasi yang berkesinambungan oleh koordinator sensus kecamatan sedikit banyaknya akan menyatukan irama pekerjaan menuju hasil yang diharapkan.

Photo kegiatan menyusun rencana pekerjaan pencacahan sensus pertanian 2013 di Kecamatan Kota Agung Barat Kabupaten Tanggamus Lampung.


Venri VS dan KORTIM Kota Agung Barat mendiskusikan penempatan pencacah data menurut peta blok sensus








Kamis, 11 April 2013

INTEGRASI PENGOLAHAN DAN DISEMINASI STATISTIK MEMPERSIAPKAN DOKUMEN SENSUS PERTANIAN 2013

Setelah mengikuti pelatihan Sensus Pertanian (ST) 2013, petugas ST2013 harus membawa perlengkapan pencacahan yaitu dokumen pencacahan. Dokumen pencacahan terdiri dari dokumen :
  1. Dokumen RP1 untuk Koordinator Sensus Kecamatan yang berisi indentitas Kordinator Tim dan PCL beserta nomor hand phone.
  2. Dokumen RP2 untuk Kordinator Tim yang berisi Indentitas petugas lapangan beserta nomor hand phone.
  3. Dokumen Peta Blok Sensus.
  4. Dokumen Pemutahiran Rumah Tangga Pertanian
  5. Dokumen Pencacahan Lengkap dll.
Berikut ini kegiatan Integrasi Pengolahan dan Desiminasi Statistik:



Contoh dokumen pemutahiran rumah tangga pertanian 2013


Melakukan pengecekan dokumen disesuaikan dengan daftar blok sensus pertanian 2013


 Print dokumen pemutahiran dan peta bok sensus pertanian 2013



Memeriksa hasil print peta blok sensus pertanian 2013


Dokumen pemutahiran dan peta blok sensus yang sudah di print diikat dan dirapikan

Meletakan dokumen yang telah diprint sesuai pada tempat alokasi kordinator wilayah yang mengawasi Koordinator Sensus Kecamatan.




Senin, 08 April 2013

PELATIHAN PETUGAS SENSUS PERTANIAN 2013 UNTUK KORTIM DAN PCL

Pelatihan merupakan rangkaian kegiatan yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan sesuatu. Demi meningkatkan keahlian dalam pendataan, Badan Pusat Statistik kabupaten Tanggamus sesuai Instruksi BPS pusat melaksanakan kegiatan pelatihan KORTIM dan PCL. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Gisting dan di masjid Dakwah kota Batu Kota Agung Pusat. Pelatihan petugas ini diikuti oleh 725 peserta yang dibagi dalam IV gelombang pelatihan. Berikut ini adalah Photo kegiatan pelaksanaan pelatihan.

Panitia sedang bersiap siap untuk acara pembukaan pelatihan.
Para Inda sedang berdiskusi tentang bahan ajar sensus pertanian 2013
Menyanyikan lagu Indonesia Raya. Venri VS sebagai dirigen.
M. Ilham Salam, M.STAT sebagai penangung jawab ST2013 Kabupaten Tanggamus membuka acara pelatihan
Inda Bpk. Bunyamin mengajar untuk Kota Agung Pusat


Supardi, S.ST sebagai Inda yang mengajar Kota Agung Barat


Ir. Ramlan Tanova sebagai Inda mengajar pada Kelas Kota Agung Pusat

Indri Puspita Sari, A.Md. mengajar untuk kota Agung Barat

Para peserta pelatihan gelombang ke II

Kamis, 28 Maret 2013

PEREKRUTAN MITRA SENSUS PERTANIAN 2013 DI KECAMATAN KOTA AGUNG BARAT KABUPATEN TANGGAMUS

Badan Pusat Statistik tidak terlepas dari MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia). Menurut Wikipedia MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. BPS memiliki visi pelopor data statistik terpercaya untuk semua. Mewujudkan visi ini tidaklah mudah, adanya dukungan tenaga sumber daya manusia menjadi suatu prioritas utama menciptakan data yang terpercaya.

Menuju sensus pertanian 2013 diperlukan kesiapan setiap KSK (koodinator sensus kecamatan) mensosialisasikan dan mengkampanyekannya. BPS selalu menjadi pusat sorotan. Hasil datanya selalu dipertanyakan kebenarannya. Salah satu langkah untuk menghilangkan image negatif dari beberapa pihak mengenai orang yang bekerja di lapangan tidak sesuai SOP (standar operasional prosedure), maka salah satu staff BPS yang merangkap KSK (koordinator sensus kecamatan) merekrut mitra dengan melakukan seleksi dan tes. Tes tersebut berupa tes tertulis yang didalamnya terdapat tes matematika, penalaran logika dan psikologi. Tes tersebut dilakukan di SDN 2 Negara Batin kecamatan Kota Agung Barat kabupaten Tanggamus.

Foto-Foto kegiatan perekrutan Mitra ST 2013 di Desa Negara Batin Kecamatan Kota Agung Barat kabupaten Tanggamus.

Venri Virnalis Sitohang Staff IPDS merangkap KSK (Koordinator Sensus Kecamatan).

Mitra bersiap siap menunggu soal yang akan dibagikan.
Penjelasan mengenai isi soal. Soal yang dibuat sangat mudah. Keberhasilan mitra mengerjakan soal dengan benar akan menjadi cerminan pada waktu akan melaksanakan pengisian kuisioner sensus pertanian 2013
Mengawasi Mitra dalam mengerjakan soal

Mitra dilarang mencontek dan mengerjakan soal dengan jujur dan benar


Memberikan penegasan mengenai Sensus Pertanian 2013
Berfoto bersama sekretris pelaksana st 2013 kabupaten Tanggamus

Senin, 28 Januari 2013

SENSUS PERTANIAN 2013

Badan Pusat Statistik sedang mempersiapkan diri untuk pendataan Sensus Pertanian (st2013) pada 1 - 31 mei 2013. Berbagai upaya dilakukan untuk mengkampanyekan st 2013 agar terlaksana dengan sukses dan menghasilkan data yang tepat, akurat dan dapat dipercaya.

Berikut ini informasi yang saya ambil dari Badan Pusat Statistik mengenai st2013.

1. Latar Belakang

Sensus pertanian di Indonesia telah dilaksanakan selama lima kali, yaitu pada tahun 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Sensus pertanian yang ke-6 akan dilakukan pada tahun 2013 dengan tema "Menyediakan Informasi untuk Masa Depan Petani yang Lebih Baik".
ST2013 merupakan kegiatan besar sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dalam beberapa tahapan, baik dalam persiapan maupun pelaksanaannya. Persiapan ST2013 sudah dimulai dari tahun 2010 sampai tahun 2012, sedangkan pelaksanaan ST2013 akan dilakukan pada tahun 2013 dan 2014. Rangkain pelaksanaan ST2013 dimulai dengan pencacahan lengkap (listing) pada tahun 2013 kemudian dilanjutkan dengan Survei Pendapatan Rumah Tangga Pertanian (SPP) pada tahun yang sama dan Survei Sub sekor di tahun 2014. 

 2. Landasan Hukum

Pelaksanaan pencacahan lengkap ST2013 didasarkan pada:
  1. Undang Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3683);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3854);
  3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik;
  4. Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pusat Statistik di daerah; dan
  5. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.
3. Tujuan
ujuan utama dari kegiatan sensus pertanian adalah untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat untuk bahan perencanaan maupun evaluasi hasil-hasil pembangunan khususnya di sektor pertanian.
Tujuan pencacahan lengkap ST2013 adalah:
  1. Mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat supaya diperoleh gambaran yang jelas tentang struktur pertanian di Indonesia.
  2. Mendapatkan kerangka sampel (sampling frame) yang dapat dijadikan landasan pengambilan sampel untuk survei-survei pertanian rutin.
  3. Memperoleh berbagai informasi tentang populasi rumah tangga usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, jumlah pohon dan ternak, distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas dan sebagainya. Hasil pencacahan lengkap ST2013 juga akan digunakan sebagai angka patokan (benchmarks) untuk memperbaiki perkiraan produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. 
4. Cakupan
  • Cakupan Wilayah
  • Pencacahan lengkap ST2013 mencakup seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.


  • Cakupan Populasi
  • Populasi yang dicakup dalam ST2013 meliputi perusahaan berbadan hukum, perusahaan tidak berbadan hukum atau bukan usaha rumah tangga (pesantren, seminari, lembaga pemasyarakatan, dan lain-lain yang mengusahakan pertanian), dan usaha pertanian di rumah tangga.


  • Cakupan Subsektor Pertanian
  • ST2013 mencakup seluruh subsektor (termasuk jasa pertanian), yaitu: 1) tanaman pangan (padi dan palawija); 2) tanaman hortikultura (sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat); 3) tanaman perkebunan; 4) peternakan; 5) budidaya dan penangkapan ikan; 6) tanaman kehutanan, perburuan, penangkapan atau penangkaran satwa liar, dan pemungutan hasil hutan.
 

Minggu, 20 Januari 2013

KALIMIRING

Kalimiring merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kota Agung Barat kabupaten Tanggamus Lampung. Desa ini memiliki luas 6 Km2 dengan ketinggian di atas permukaan laut 700 meter. Perjalanan menuju desa ini cukup melelahkan karena kondisi jalan yang rusak serta menanjak. Bisa dikatakan merupakan daerah bukit. Kalimiring memiliki empat dusun yaitu Bedeng Suka Jaya, Cisurum, Girang dan Kampung masjid. Berdasarkan hasil proyeksi sensus penduduk 2010, jumlah penduduk di desa kalimiring pada 2011 adalah 1.628 jiwa. Jumlah laki-laki  883 jiwa dan jumlah perempuan 746 jiwa.

Berikut ini photo kegiatan PPLS 2011 di desa Kalimiring tanggal 17 November 2011.

Koordinasi mengenai PPLS 2011 dengan Kepala desa Kalimiring bpk. Bun Yani

Mendata di dusun Kampung Masjid desa Kalimiring.

Di desa Kalimiring sebagian home industri Gula Merah. Biasanya mereka tinggal di daerah perkebunan Kelapa.

Mendata warga yang sedang istirahat bekerja dari pengolahan gula merah.
Desa Kalimiring tidak hanya terdapat perkebunan kelapa, ada juga perkebunan kopi, kakau, tanaman pangan (padi sawah) dan pertanian lainnya.
Jalan yang menanjak, rusak dan berbatu-batu tidak menghalangi pendataan di desa Kalimiring.
Model rumah di desa Kalimiring masih banyak yang beratapkan jerami dan berdinding geribik bambu.
Kalimiring masih terasa suasana pedesaanya.